site stats free
 

Vitamin D-3 Mungkin Bisa Membantu “Membalikkan” Dampak Penyakit Jantung

Dalam riset yang baru-baru ini dilakukan, seorang ilmuwan dari Universitas Ohio di Athena, Ohio mencoba mempelajari dampak vitamin D pada pembuluh darah dan jantung manusia. Melalui risetnya, ia pun menemukan bahwa ‘vitamin sinar surya’ ini berkontribusi dalam mensejajarkan posisi sel darah merah dalam pembuluh darah. Dengan hasil ini, ia pun menyimpulkan bahwa vitamin D-3 dapat mengambil peran dalam menjaga kesehatan kardiovaskuler.

Penyakit kardiovaskuler sendiri merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti di seantero global. Penyakit ini tidak mengenal korbannya. Bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa, wanita, dan pria bisa saja menderita penyakit ini. Bahkan apabila didorong oleh pola hidup yang tidak sehat dan kebiasaan yang buruk, kemungkinan seseorang menderita penyakit ini pun berlipat ganda. Atas dasar inilah, banyak ilmuwan yang mencoba mencari tahu cara terbaik menjaga kesehatan sistem kardiovaskuler manusia.

Vitamin D-3 Mungkin Bisa Membantu “Membalikkan” Dampak Penyakit Jantung

Vitamin D-3 Mungkin Bisa Membantu “Membalikkan” Dampak Penyakit Jantung

Dalam sebuah makalah ilmiah yang dipublikasikan dalam International Journal of Nanomedicine, para ilmuwan yang terlibat dalam riset itu memaparkan cara mereka menggunakan sensor berukuran nano dan sebuah model sel untuk mempelajari mekanisme molekuler yang dapat dipicu oleh vitamin D-3 dalam endothelium. Endothelium sendiri merupakan lapisan jaringan yang cukup tipis di antara pembuluh darah.

Sebelumnya diyakini bahwa fungsi endothelium sebatas pada pembungkus sistem vaskuler, yang berfungsi untuk menjaga aliran air dan elektrolit di dalam pembuluh darah.

Namun, berbekal penelitian selama kurang lebih 30 tahun, para peneliti akhirnya yakin bahwa endothelium merupakan sebuah organ yang melapisi seluruh sistem peredaran darah mulai dari kapiler terkecil jantung. Sel-selnya sendiri memiliki banyak fungsi penting dan sangat unik.

Perubahan yang terjadi atas endothelium diyakini memiliki dampak terhadap beberapa masalah kesehatan yang serius, termasuk tekanan darah tinggi, resistensi terhadap insulin, diabetes, pertumbuhan tumor, infeksi virus, dan aterosklerosis. Aterosklerosis sendiri belakangan menjadi penyakit momok bahkan di dunia medis sekalipun. Hal ini dikarenakan tumpukan lemak dalam pembuluh arteri darah dapat berakibat pada meningkatnya risiko serangan jantung dan stroke.

Penemuan ini setidaknya memberi harapan baru bagi orang-orang dengan risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskuler. Jika Anda termasuk orang yang kurang peduli dengan kesehatan atau mengabaikan pola hidup sehat, konsumsi makanan sehat, atau istirahat yang cukup, penelitian ini menjadi jawaban atas kekhawatiran Anda. Hal ini penting mengingat semakin cepatnya perkembangan teknologi dan kompetisi bisnis dewasa ini. Terlebih dengan mewabahnya dunia digital, termasuk permainan online seperti Bettingtop10 Indonesia, yang bagi beberapa orang berarti menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer tanpa istirahat yang cukup.

Peran Vitamin D-3 Bukan Hanya untuk Kesehatan Tulang

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa vitamin D-3, versi lain dari vitamin D yang diproduksi oleh tubuh manusia secara alami ketika kulit kita terpapar sinar matahari memegang peranan penting dalam menjaga dan mengembalikan kesehatan endothelium usai terkena serangan penyakit kardiovaskuler.

Vitamin D-3 sendiri dapat diperoleh dari beberapa sumber alami seperti kuning telur dan minyak ikan. Vitamin ini juga tersedia dalam bentuk suplemen. Adapun sebelum penelitian ini dilaksanakan, kita lebih banyak mengenal vitamin D-3 berkat peran pentingnya dalam menjaga kesehatan tulang.

Tadeusz Malinski, seorang professor di departemen kimia dan biokimia pada universitas yang sama mengatakan, “Namun, dalam beberapa tahun belakangan, dalam uji coba klinis, para ilmuwan menyadari bahwa pasien yang mengalami serangan jantung di saat yang bersamaan juga mengalami kekurangan vitamin D-3.”

“Hal ini bukan berarti bahwa kekurangan vitamin tersebut yang menyebabkan penyakit jantung,” ujar sang professor, “namun, hal itu meningkatkan potensi serangan jantung.”

Peran Sensor Nano Dalam Mempelajari Dampak Vitamin D-3 Terhadap Sel

Untuk mendukung penelitian ini, Profesor Malinski dan para rekan ilmuwannya mengembangkan sistem pengukuran menggunakan sensor berukuran nano. Dengan ukurang 1000 kali jauh lebih kecil dari ketebalan rambut manusia, sensor nano ini mampu bekerja di level atom dan molekul.

Para ilmuwan tersebut menggunakan sensor nano untuk menyelidiki dampak vitamin D-3 pada mekanisme molekuler di sel endothelial manusia. Adapun sel-sel ini telah diperlakukan khusus untuk menunjukkan tipe kerusakan yang sama seperti yang terjadi pada pasien dengan tekanan darah tinggi.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa vitamin D-3 adalah pemicu nitrat oksida yang kuat. Nitrat oksida sendiri merupakan molekul yang berperan penting dalam mengirim sinyal untuk mengendalikan aliran darah dan pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah.

Tim peneliti juga menemukan bahwa vitamin D-3 turut mengurangi tekanan oksidatif secara signifikan dalam sistem vaskuler.

Mereka turut mengemukakan bahwa penelitian yang dilakukan tersebut memberikan pemahaman molekuler secara langsung yang lebih baik dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian sebelumnya yang dimaksud disini ialah penelitian yang mengungkapkan bahwa tekanan darah tinggi yang diakibatkan kurangnya vitamin D-3 memiliki kaitan dengan tekanan oksidatif vakuler.” Vitamin D-3 memiliki dampak yang mirip dalam sel endothelial pasien dengan garis keturunan Kaukasian dan Afrika Amerika.

Mampukah Vitamin D-3 Mengurangi Dampak Penyakit Kardiovaskuler?

Para pengeliti mengungkapkan bahwa meski penemuan mereka didasarkan pada uji yang dilakukan pada model seluer dari tekanan darah tinggi, tetapi “implikasi dampak vitamin D-3 pada terganggunya fungsi endothelium sebenarnya masih amat luas.”

Mereka turut menyarankan bahwa vitamin D-3 berpotensi mengurangi secara signifikan dampak tekanan darah tinggi, diabetes, atherosclerosis, dan penyakit lain yang terkait dengan sistem kardiovaskuler.

Profesor Malinksi menambahkan, “Tidak banyak, bahkan kalaupun ada sistem yang dapat digunakan untuk mengembalikan kesehatan sel endothelial kardiovaskuler yang telah rusak, dan vitamin D-3 dapat memberikan kesembuhan itu.”

Terkait hal ini, memang masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam terkait peran vitamin D-3 dan kesehatan sistem kardiovaskuler. Tentunya, kita mengharapkan konfirmasi yang positif terkait peran vitamin D-3. Hal ini karena dampak dari hasil penelitian ini akan sangat luas. Para pasien yang dikonfirmasi menderita penyakit jantung, misalnya tidak perlu lagi menghabiskan dana puluhan atau bahkan mencapai ratusan juta rupiah untuk tindakan medis. Cukup dengan mengkonsumsi secara rutin vitamin D-3 dapat membantu mereka memperbaiki kerusakan jantung.

Namun, penelitian masih belum dapat membuktikan dampak positif dari vitamin D-3 meski mereka telah mengonfirmasi bahwa setiap pasien yang mengalami serangan jantung juga mengalami kekurangan vitamin D-3. Meski kita harus masih menunggu untuk kabar yang lebih pasti, setidaknya informasi ini memberikan kepastian bahwa ada baiknya mengkonsumsi vitamin D-3 secara rutin untuk menghindari potensi terserang penyakit kardiovaskuler. Anda pun bisa memilih dengan mengkonsumsinya dari sumber alami seperti kuning telur atau dalam bentuk suplemen. Semua tergantung pada kenyamanan Anda. Yang penting Anda harus memastikan untuk tetap menjalani pola hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat, dan istirahat teratur.

Author - Maret 4, 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

javascript hit counter