site stats free
 

Fakta Menarik Soal Suku Xingu, Suku Bugil di Pedalaman Amazon

Sebagai negara yang memiliki beragam suku dan budaya, Indonesia memiliki sorotan sendiri terhadap berbagai suku di mata dunia. Namun suku suku di luar negeri terutama di pedalaman hutan hutan terbesar di dunia seperti di pedalaman Amazon juga mendapatkan perhatian banyak dari dunia. Misalnya saja Suku Xingu, mulai dari gaya hidup hingga pernikahan Suku Xingu juga terbilang unik.

Dimanakah suku Xingu berada?

Suku Xingu berada di hutan Amazon Brasil, jadi kebanyakan orang menyebutnya suku Xingu Amazon.

Mungkin di luaran sana ada banyak foto perkawinan Suku Xingu atau foto suku bugil Amazon ini. Namun disini saya akan membahas lebih rinci mengenai kehidupan mereka di pedalaman hutan Amazon, tidak membahas yang aneh aneh. Seperti apa saja kehidupan mereka semua? Silakan simak pembahasannya di bawah ini.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai Suku Xingu ini, silakan simak baik baik beberapa fakta menarik soal suku Amazon satu ini.

Suku Xingu Amazon

Suku Xingu Amazon

Suku Xingu merupakan salah satu suku yang mendalami hutan Amazon. Sebagai hutan tropis terbesar di dunia dengan luas 7 juta km persegi yang melintasi 9 negara, Amazon ditinggali berbagai macam suku, mulai dari Suku Huaorani yang terkenal paling berbahaya hingga Suku Xingu yang terkenal akan ketelanjangannya ini.

1.Hampir 100% telanjang

Hal inilah yang menjadikan Suku Xingu Amazone ini terkenal akan sebutan suku bugil atau suku telanjang Amazon. Tapi walau begitu tubuh mereka tetap mulus, bahkan jika anda melihat berbagai fotonya “anunya” milik wanita Suku Xingu ini juga mulus-mulus.

Berbagai macam kain sebagai pakainnya yang melekat ditubuhnya pun menjadi suatu simbol tersendiri. Biasanya ikatan ikatan helaian kain tersebut dililitkan pada atas kemaluan, leher, lutut, dan juga di tumit kaki mereka. Namun tak jarang, ada juga yang sudah menggunakan celana dalam dan kutang bagi wanita.

Bagi sebagian orang dari mereka juga menggunakan aksesoris seperti ikat kepala, kalung dari biji bijian yang menjadi simbol tersendiri bagi suku mereka. Namun yang perlu diingat kebugilannya Suku Xingu Amazon ini merupakan hal yang sangat lumrah dan dimaklumi, bukan suatu apapun.

2.Tato adalah keharusan

Mewarnai anggota tubuh bagi mereka adalah kewajiban. Hal ini bertujuan untuk membedakan antara manusia dengan hewan. Tato tato inilah yang menjadi simbol dari Suku Xingu ini. Tak hanya itu, dengan diberi tato, mereka percaya bahwa kekuatan alam akan masuk kedalam dirinya.

Entah cat atau bahan apakah yang mereka gunakan untuk mewarnai tubuh mereka. Tapi yang pasti, setiap orang tidak diharuskan memiliki corak dan warna yang sama. Bagian yang sering diwarnai adalah bawah lutut, pinggang dan kaki.

Untuk kaum perempuan, mereka diharuskan untuk menggaruk kaki mereka dengan alat tajam, pasti sungguh sakit luar biasa. Saat masih muda itu adalah tradisi yang harus dilakukan oleh masing masing anggota Suku Xingu. Tentunya hal itu memiliki filosofi tersendiri bagi mereka.

Selain itu, setiap satu tahun sekali diadakan ritual Huka-huka yang diikuti oleh para anggota suku. Dan sebelum para jagoan dari suku itu masuk ke arena, mereka harus di tato terlebih dahulu.

3.Menjaga warisan tradisi dan leluhur

Di tengah terpaan modernisasi dan globalisasi, suku ini selalu menjaga tradisi yang diberikan dari nenek moyang mereka secara turun temurun. Mereka terus menjaga warisan itu dengan selalu melatih dan melestarikannya. Misalnya saja soal tarian khasnya yang unik.

Selain itu mereka juga memiliki pakaian khas yang berupa ikat kepala yang berwarna warni. Hal itu seringkali dipakai oleh kaum pria dari suku itu.

Para pria dan wanita dari Suku Xingu memiliki tradisi untuk membuktikan keunggulan satu sama lain yang disebut ritual Huka-huka. Jadi mereka sejak kecil sudah belajar bertarung, memanah, mengangkat kayu dan juga adu kekuatan. Itulah hal yang harus dikuasai oleh wanita Suku Xingu selain dandan dan memasak.

Bagi semua anggota suku, mengikuti ajang itu adalah suatu kehormatan besar. Tentunya bagi yang memenangkannya. Pasti akan disegani dan tentunya tidak ada yang berani kepadanya. Bagi mereka para wisatawan yang datang kesana saat ritual ajang Huka-huka ini, mereka juga diizinkan untuk ikut ambil bagian untuk menantang jagoan yang ada disana.

4.Tetap mengikuti modernitas

Walau tak meniadakan unsur unsur tradisi dari leluhur, mereka juga terlihat mengikuti modernitas yang memang diperlukan. Contohnya saja, untuk terhubung dengan saluran dunia, mereka menggunakan parabola untuk TV mereka. Namun admin sendiri belum tahu secara pasti mengenai sumber listrik darimana yang mereka gunakan.

Selain itu, bagi mereka yang sudah berumur lanjut, sebagian menggunakan kacamata untuk membantu penglihatannya. Hal ini membuktikan bahwa mereka bukan lagi suku terasing yang tidak berhubungan dengan orang luar. Karena semua itu pasti mereka membutuhkan dan membeli dari luar tempat itu.

Para wisatawan pun banyak yang mengunjungi tempat itu. Namun tentunya karena akses yang jauh dan sangat sulit menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Biasanya para turis asing yang berkunjung ke tempat itu mereka disambut dengan tarian telanjang, bahkan sering juga disajikan hidangan khasnya. Ini membuktikan bahwa Suku Xingu adalah suku yang ramah bukan?.

5.Wanita Suku Xingu jago dalam gulat

Dari kecil, Suku Xingu telah dididik dalam hal ketangkasan, kekuatan, jago bela diri, memanah dan berbagai keahlian lainnya. Mereka diajarkan untuk bertahan diri dari segala situasi. Jadi jangan harap anda para pria bisa mengganggu para wanita disana ya, belum apa apa udah bonyok nantinya karena kelihaian mereka dalam bela diri. 😀

Mereka para wanita juga diberikan kesempatan adu gulat di arena pertandingan setiap tahunnya. Mereka saling menjatuhkan satu sama lain beralaskan tanah. Berbagai adu kekuatan dilakukan sebagai tradisi unik dari Suku Xingu. Setiap pemenang nantinya akan diberikan kehormatan dari tetua suku sana.

Demikianlah sedikit gambaran mengenai Suku Xingu. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Jangan lupa untuk selalu mengikuti blog ini ya. Thanks.

Author - November 4, 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

javascript hit counter