site stats free
 

Fakta Sebenarnya Tentang “Kartini” yang Mencengangkan

Kartini atau yang biasa dipanggil R.A. Kartini adalah pahlawan emansipasi wanita bagi bangsa Indonesia. Banyak yang mengenang perjuangan beliau hingga diabadikan dalam berbagai film. Pahlawan emansipasi wanita adalah orang yang sangat berjasa bagi seluruh wanita, apalagi disaat “harga diri” para wanita yang belum memiliki nilai dikala itu.

Perjuangan R.A. Kartini saat itu begitu besar hingga sampai saat ini tanggal lahirnya 21 April setiap tahunnya di peringati sebagai hari kartini. Sebagai pelopor bangkitnya kaum wanita pribumi, ia memiliki banyak kenangan dalam hidupnya yang singkat. Ia selalu memikirkan kaum wanita terus menerus akan nasibnya yang tidak punya hak seperti pria, baik dibidang pendidikan dan lainnya.

Berbagai fakta dibalik “kartini” juga begitu dikenang. Apasajakah itu? Silakan simak pembahasannya di bawah ini.

Fakta Seputar Kartini si Pahlawan Nasional Indonesia

Fakta Sebenarnya Tentang “Kartini” yang Mencengangkan

Inilah beberapa hal yang kami rangkum dari beberapa sumber. Semoga bisa memberi pemahaman dan pengetahuan bagi Anda semuanya.

1. Ia tidak suka nama bangsawan yang melekat padanya. Ia lebih memilih dipanggil Kartini saja daripada menggunakan Raden Adjeng Kartini atau Raden Ayu Kartini. Walau keturunan bangsawan terhormat, saat masih kecil sudah menunjukan kerendahan hatinya.

2. Nama Kartini banyak dipakai di Belanda sebagai nama jalan. Hal ini entah apa tujuan orang Belanda menggunakan nama Kartini sebagai nama jalan. Apakah terinspirasi dari beliau atau ada sejarah rahasia dibalik itu semua. Nama Jalan Kartini dipakai di 4 tempatdi negara Belanda yaitu di Kota Armsterdam, Harleem, Veerlo, Utrecth.

3. Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” sebenarnya bukanlah karya dari Kartini. Karya fenomenal yang dianggap ciptaan Kartini ini sebenarnya disusun dan dibuat oleh J.H. Abendanon (berprofesi semacam kepala dinas pendidikan kala itu) dari tulisan tulisan surat yang dikirimkan Kartini kepada istri Abendanon yang merupakan sahabat Kartini di Belanda.

4. Edisi perdana dari buku tersebut terbit pada tahun 1911 dengan bahasa Belanda dengan judul “Door Duisternis tot Licht” yang berarti dari gelap menuju cahaya yang hingga kini diterjemahkan sebagai habis gelap terbitlah terang.

5. Terjemahan dalam bahasa melayu dari buku tersebut terbit pada tahun 1922 oleh Balai Pustaka yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran”. Pada tahun 1938 buku ini diterjemahkan secara total oleh sastrawan yang bernama Armijn Pane ke dalam bahasa Melayu.

6. Walau banyak yang mengakui keabsahan buku ini, namun banyak kontroversi akan hal tersebut. Banyak dari kalangan para sejarawan terdahulu yang meragukan originalitas dari buku tersebut. Karena hanya ketiga orang itu yang mengetahui hal ini, bisa saja diselewengkan.

7. Selain meragukan keabsahan buku tersebut, banyak juga yang meragukan jasa-jasa R.A Kartini dalam memperjuangkan hak hak wanita hingga menjadi pahlawan nasional.

8. Ny. Abendanon dianggap berperan begitu krusial dalam hubungan dengan kartini, terutama dalam bidang keagamaan. Sebagian orang menganggap bahwa ia telah ditugasi oleh Snouck Hurgronje yang merupakan penasihan pemerintah Belanda. Salah satu strategi kolonialiasinya ialah menaklukan umat islam.

9. Banyak yang berspekulasi bahwa surat surat yang dikirimkan dari Ny. Abendanon kepada Kartini begitu kental akan nuansa theosofi. Bahkan hal itu dipengaruhi secara bawah sadar tentang kepercayaan akan memanggil roh dan ritual dari theosofi lainnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa hal tersebut juga begitu lekat dengan ajaran freemasonry.

10. Kartini yang meninggal diumur 25 tahun setelah 4 hari kelahiran putranya juga meninggalkan kontroversi akan adanya campur tangan Belanda yang dianggap melenyapkan Kartini.

11. Kartini adalah wartawati pertama di Nusantara.

12. Wajah Kartini diabadikan dalam mata Uang Indonesia dengan nilai 5 Rupiah keluaran 1952.

Bagaimana Cara Menghargai Jasa Perjuangan Kartini?

Bagi kaum wanita, terutama para kaum wanita muda, tentunya untuk menghargai jasa beliau itu bukan dengan cara memakai pakaian kebaya dan melakukan perlombaan atau dengan mengirim quotes/ucapan hari kartini kepada orang lain. Tapi kalian harus bisa lebih dari itu, karena hal seperti itu hanya “mengenang” bukan menghargai.

Salah satu cara untuk meneruskan perjuangan beliau ialah dengan cara mengangkat derajat kaum wanita dalam segala hal. Sebagai contoh yang saat ini peringkat tertinggi di dominasi oleh mereka kaum adam sekarang kalian sebagai wanita harus bisa seperti mereka.

Atau jika ada kekerasan dan pelecehan wanita yang identik dengan “kelemahan” maka tugas anda sebagai wanita untuk menuntut hak hak wanita.

Kesetaraan memang boleh boleh saja, tapi tak semua wanita harus bisa seperti yang pria lakukan dan dapatkan. Wanita tentunya diciptakan dengan keterbatasan sebagaimana seorang pria diciptakan. Jadi keduanya tentunya akan saling membutuhkan dan saling melengkapi.

Emansipasi bukanlah setiap “keinginan” wanita, tapi bentuk “pemuliaan wanita”. Jadi wanita yang berani kepada suami atau orang laki laki itu bukanlah bentuk emansipasi wanita. Karena emansipasi wanita adalah kesadaran wanita untuk diperlakukan selayaknya pria.

Bagi saya, memenuhi “hak-hak” wanita itu kewajiban, mengangkat derajat wanita itu prioritas, memenuhi kebutuhan wanita itu keharusan dan memenuhi keinginan wanita pilihan.

Author - Juli 25, 2017

2 tanggapan untuk “Fakta Sebenarnya Tentang “Kartini” yang Mencengangkan”

  1. Djangkaru Bumi berkata:

    Saya termasuk katagori poin enam dan tujuh. Tapi yang namanya beda pendapat boleh-bolehlah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

javascript hit counter