site stats free
 

Cara Membuat MOL sebagai ZPT untuk Tanaman dengan Mudah

Diantara para petani ada yang mengutamakan penggunaan bahan alami dan organik daripada menggunakan bahan kimia. Baik dalam pengolahan maupun penggunaan unsur hara, memang bahan kimia lebih efektif. Akan tetapi tentunya memiliki dampak atau efek samping bagi tubuh.

Salah satu penggunaan bahan organik adalah penggunaan MOL atau singkatan dari Microorganisme Local. Penggunaan MOL ini berfungsi dalam memberikan berbagai asupan unsur hara dan nutrisi yang penting bagi tanaman. Namun disamping itu, kandungan bakteri yang ada didalamnya juga tak kalah penting.

MOL ini juga menjadi rahasia sejak lama kenapa tanaman organik bisa lebih besar hasilnya daripada tanaman non organik.

Maka dari itu, disini saya ingin memberikan beberapa referensi mengenai anda semuanya mengenai bagaimana cara membuat MOL sendiri engan mudah yang bisa diaplikasikan untuk berbagai tanaman, baik tanaman pangan seperti padi, jagung, singkong atau tanaman sayuran seperti kangkung, selada, caysin, pokcay, serta tanaman buah-buahan terutama buah pendek atau cangkokan.

Cara Membuat MOL sebagai ZPT untuk Tanaman dengan Mudah

Manfaat MOL:

  • Pengurai bahan organik dan unsur hara dalam tanah
  • ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) untuk tanaman
  • Penyubur tanaman
  • Membuat tanaman cepat tumbuh
  • Mempercepat pembungaan tanaman
  • Mengurangi penyebaran hama dan penyakit
  • Meminimalisir kerontokan daun dan bunga
  • Memperpanjang usia hidup tanaman (misal pada cabai, terong dan lainnya)
  • Starter racikan obat alami lain
  • Dan masih banyak lagi yang bisa anda rasakan manfaatnya sendiri

Cara Membuat MOL

Di pasaran, memang tidak ada standarirasi dalam penggunaan MOL. Misalnya produk seperti halnya EM4 (Efective Microorganisme 4) yang mengandung 4 jenis bakteri yang efektif dalam membantu pertumbuh kembangan tanaman.

Selain itu, ada pula pupuk alami yang memiliki berbagai macam jenis bakteri di dalamnya yang berbeda dengan EM4 tapi memiliki fungsi yang sama.

Jadi intinya tidak ada standar khusus yang diberikan untuk membuat bahan pupuk alami seperti MOL ini. Sehingga kalian pun bisa berkreasi sendiri dengan menambahkan atau pun mengurangi dengan berbagai bahan lain.

Nah pada tutorial yang saya buat di bawah ini, ini menggunakan teknik dari saya yang sudah terbukti memiliki khasiat yang sangat bagus untuk tanaman. Baik tanaman palawija ataupun sayuran seperti cabai, terong, tomat.

Seperti apa saja pembahasannya? Silakan cermati setiap pembahasannya berikut ini:

1. Siapkan alat serta bahan-bahan berikut ini:

  • Alat:

– Ember besar (50 kg), baskom┬ásaringan, penumbuk atau blender

  • Bahan (semua wajib):

– Bonggol pohon pisang 1 kg (usahakan yang sudah agak membusuk)
– Air kelapa 2 liter
– Air agak panas 8 liter (80 derajat C)
– Buah pepaya 0,5 kg
– Tepung beras 5 sendok makan
– Nira kelapa 3 liter (yang belum direbus loh ya!)
– Susu cair 2 gelas
– Tempe panjang 1 buah

Penting! Pastikan semua alat dan bahan bersih dan steril. Karena jika tidak steril dapat menjadi media pertumbuhan belatung karena cocok sebagai tempat penetasan telur lalat. Cuci terlebih dahulu dengan sabun, kalau perlu semprot ringan dengan alkohol 70% ke atas.

2. Cuci bersih bonggol tanaman pisang, iris besar-besar lalu tumbuk menggunakan alu atau bisa juga diblender kalau blendernya kuat

3. Hancurkan juga buah pepaya dan campurkan bersama tumbukan bonggol pisang dan masukan ke dalam baskom

4. Campurkan semua bahan diatas ke dalam ember
5. Aduk hingga merata

6. Karena kita disini tidak menginginkan proses bakteri anaerob, maka kita cukup menutupi ember dengan tidak rapat

7. Biarkan selama 3 minggu

8. Selama waktu itu, usahakan setiap 12 jam sekali dibuka dan diaduk agar proses pertumbuhan bakteri dapat terjadi secara merata

9 . Setelah 3 minggu, kita biarkan dulu 1 minggu lagi tanpa perlu diapa-apakan agar bakteri menjadi nonaktif.

10. Setelah 1 bulan baru dapat kita gunakan. Usahakan wadah yang digunakan nantinya steril.

11. Bakteri akan aktif kembali saat terkena air dan terkena suhu hangat dalam tanah nantinya

Cara Penggunaan Cairan MOL:

Produk MOL yang kita buat di atas sangat efektif dalam memacu pertumbuhan pucuk tanaman dan mengurangi kerontokan bunga dan daun. Hal ini karena kandungan berbagai hormon dan unsur hara yang lengkap sebagai nutrisi penting bagi tanaman setiap harinya.

Jadi ada 2 macam penggunaan yaitu:

  1. Disemprotkan pada tanaman langsung
  2. Disemprotkan ke tanah sebagai bakteri pengurai unsur hara

Dosis:

Dosis yang digunakan untuk 2 macam penggunaan di atas pun sama, yaitu:

30 ml untuk satu tangki penyemprotan ukuran 14 liter. Jangan pernah mencampurkan dengan bahan obat semprot lain jika ingin menyemprotkan dengan menggunakan bahan ini.

Untuk masa tenggang penyemprotan pun usahakan tak lebih dari 1 bulan. Misalnya kita gunakan untuk tanaman cabai, dalam masa semai kita semprot, 3 minggu lagi kita semprot, lalu semprot 1 bulan lagi, semprot 3 minggu lagi dan seterusnya.

Semoga pembahasan mengenai cara membuat MOL sederhana ini bermanfaat bagi kita semuanya. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Author - Agustus 4, 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

javascript hit counter